Friday, November 11, 2011

PERSEPSI PROFESI DOKTER DALAM ISLAM

Oleh : Luthfiana Husnaini Utami

Saat ini seorang dokter dipandang sebagai ilmuwan. Pengetahuannya sangat diperlukan guna meningkatkan kesehatan dan untuk tujuan kesembuhan atau meringankan penderitaan. Kedudukan dan peranan dokter di tengah masyarakat tetap mendapatkan kehormatan, tetapi tidak disertai pemujaan. Kepada seorang dokter, dituntut untuk tetap memelihara dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah sedemikian majunya, sehingga menambah kemampuan dokter untuk memberikan pelayanan dalam arti luas, tetapi diikuti permintaan etik yang makin tinggi sehingga tidak terjadi penyimpangan dari keluhuran tujuan profesi atau “erosi etik profesi”.

Islam sangat menjunjung tinggi kesehatan. Bahkan islam melarang umatnya memakan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, contohnya babi. Didalam babi itu terdapat berbagai macam bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.

Umat islam yang berjasa dibidang kedokteran ialah ibnu sina. Beliau menemukan berbagai macam obat dan berbagai metode tentang kedokteran. Dalam islam dokter dipandang sebagai seorang yang berkewajiban untuk memberikkan pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Islam tetap memberikan batas-batas mengenai kinerja dokter dan bagaimana dokter mengembangkan ilmunya. Hal inilah merupakan kelebihan islam. Islam mengurusi masalah-masalah yang terkecil dalam kehidupan umatnya. Semoga dokter selalu dapat bekerja dengan baik sesuai dengan etika dokter dengan didasari islam yang kuat.Amin

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar