Friday, October 28, 2011

Biji Kopi untuk Kecantikan Kulit


Biji kopi ternyata tidak hanya dijadikan untuk minuman saja tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai hal mencegah penyakit, penghilang bau pada tangan, dan salah satunya biji kopi ini dapat dipakai untuk kesehatan kulit. Dan Pemanfaatan kopi untuk kulit dan kecantikan di Amerika sejak tahun 2006 sudah terdapat lebih dari 140 produk kecantikan wajah dan kulit yang mengandung pemanfaatan biji kopi tersebut yakni kafein.
Beberapa manfaat menggunakan biji kopi sebagai kesehatan kulit adalah :

  • Dapat mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki kulit yang rusak.
  • Mampu menetralkan kulit yang teriritasi sekaligus memberi nutrisi pada kulit.
  • Bisa menghilangkan bau badan
  • Berkhasiat merevitalisasi sel kulit baru dan menjaga kelembapan kulit
  • Bermanfaat menghilangkan bekas jerawat, flek dan noda hitam
  • Dapat menghilangkan selulit dan strechmark jika dilakukan secara teratur
  • Mampu memperbaiki sirkulasi darah dan memecah lemak di tubuh yang dapat menimbulkan selulit
  • Berfungsi sebagai astrigent/penyegar karena kandungan pH – nya sama dengan kulit (4,5), sehingga mampu mengurangi dan menghilangkan jerawat atau noda pada kulit
  • Memberi proteksi ringan terhadap sinar UVA atau UVB.

Cara untuk menggunakan biji kopi-kopian ini bisa dibilang cukup mudah yakni dengan cara kopi yang di giling halus cukup dicampurkan dengan bahan dasar body scrub ataupun masker badan. Lalu apabila telah tercampur dengan rata usapkan pada bagian-bagian yang diinginkan.

Sumber : tipsperawatantubuh

KEBAIKAN YANG SEMPURNA

postingan oleh: Dina Fahmawati
"Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab". (QS: 40:40)
Saat kita berada di sebuah hutan, apabila kita berteriak maka suara kita akan terpantul kembali. Peristiwa tersebut dinamakan gema. Apabila kita meneriakkan kata-kata yang baik maka pantulan tersebut juga kata-kata yang baik. Begitu pun sebaliknya.
Peristiwa tersebut layaknya kehidupan kita. Apabila kebaikan yang selalu kita lakukan dalam kehidupan maka dengan sendirinya kehidupan akan memberikan kita kebaikan. Namun jika keburukan yang selalu kita lakukan, dengan sendirinya kehidupan akan membalas keburukan yang kita lakukan.
عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” إن من الناس مفاتيح للخير مغاليق للشر و إن من الناس مفاتيح للشر مغاليق للخير ، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه ، و ويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه “


Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya diantara manusai ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”.Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (237) dan dihasankan oleh Al-Albany di Shohih Sunan Ibnu Majah (194).

Namun sebelum kita melakukan suatu kebaikan, kita harus sadar bahwa kebaikan yang kita lakukan harus kita niatkan kepada Sang Pemberi kehidupan, Allah Subhanahuwata’ala semata.
Suatu kebaikan tidak akan sempurna tanpa empat hal:

1.
Menganggapnya Kecil
Menganggapnya kecil bukan berarti kita berfikiran bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan tidak akan mendapatkan balasannya.
Allah SWT telah berfirman dalam dua ayat terakhir surat Al Zalzalah:
“ Maka barangsiapa melakukan suatu kebaikan sekecil biji sawi, maka ia akan melihatnya. Dan barangsiapa melakukan suatu keurukan sebesar biji sawi maka ia akan melihatnya”
Sehingga dapat disimpulkan, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan Allah pasti akan memberi balasannya. Meski tidak secara langsung, di akhirat kelak kita akan merasakannya.
Allah pun telah berfirman, “Tidak ada balasan suatu kebaikan melainkan suatu kebaikan yang serupa”.
2. Menyegerakan melakukannya
Rasulullah SAW bersabda, “Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan”.
Apabila kita hendak melakukan suatu kebaikan hendaknya kita lakukan dengan segera. Karena dengan begitu, setan tidak bias menghalangi kita untuk tidak melakukan kebaikan tersebut.

3.
Menyembunyikannya
Allah sangat menyukai seorang hamba yang melakukan suatu amalan kebaikan yang dilakukan seorang hambanya secara kontinyu dan tersembunyi.
Suatu kisah dalam surat Al Kahfi, tentang hamba-hamba Allah yang shaleh yang sedang terjebak dalam gua. Saat itu pertolongan dari orang lain tidak bias diharapkan karena keadaan gua yang sangat terpencil.
Dengan penuh pengharapan pertolongan Allah, satu per satu hamba tersebut menceritakan suatu kebaikan yang mereka lakukan yang tidak sda seorang pun yang mengetahuinya. Perlahan-lahan batu yang menutupi mulut gua bergeser. Sehingga mereka dapat keluar dengan selamat.
Dari kisah di atas dapat kita ambil hikmah, bahwa kebaikan yang dilakukan seorang hamba secra tersembunyi akan memberi pertolongan kepadanya.

4.
Sungguh-sungguh dalam beramal
Sebuah pepatah arab mengatakan,”Barangsiapa bersungguh-sungguh makai ia akan mendapatkannya”.
Dalam melakukan kita harus memilii kesungguhan yang kuat dalam hati. Kita niatkan semata-mata hanya karena Allah SWT. Dan kita berusaha melakukian kebaikan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Semoga segala kebaikan yang kita lakukan sudah kita dasari dengan tujuan semata-mata karena Allah. Sehingga dapat menjadi jalan bagi kita meraih kebahagiaan yang kekal di sisiNya. Amiin……

Gerakan Sholat Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan

oleh: Kirshna Lukito

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.

Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.

Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya:

Takbiratul Ihram

Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancer. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Ruku’

Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

I’tidal

Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

Sujud

Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posis jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk di antara sujud

Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam

Gerakan memutar kepala ke kanan dank e kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.

Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia meneundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang di dalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.

Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidk akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diamdiam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Menuru penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.

Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.

“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.

Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.