Friday, October 28, 2011

Rahasia di balik Celak

By: M. Arief Ardanu, bersumber dari: http://artikel.pustakaelba.com/ dan www.pustakaalbayaty.wordpress.com

Islam memang agama yang mengajarkan keindahan dalam kehidupan ini. Semua hal yang diajarkan dalam islam mengandung nilai kebaikan baik di dunia maupun di akhirat, begitu juga hal-hal yang disunnahkan dalam islam. Semua hal yang disunnahkan itu apabila dikerjakan akan mendapat pahala, namun bila tidak dikerjakan maka tidak apa-apa (tidak mendapat dosa). Sebagai salah satu contoh hal yang disunnahkan dalam islam adalah memakai, hal yang tersebut tampak sangat simple namun sebenarnya mengandung banyak manfaat dibaliknya.

Bahan-bahan celak sendiri bermacam-macam namun yang dianjurkan adalah celak yang terbuat dari itsmid. Ibnu Abbas meriwayatkan dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda:

خَيْرُ أَكْحَالِكُمُ الْإِثْمِدُ. إِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ.

(Dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dan dinyatakan hasan oleh beliau, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah , Ibnu Hibban dan Al-Hakim dalam Ash-Shahih kedua ulama itu, juga oleh Ath-Thabrani dan Abu Nu’am dakam Al- hilyah).

“Celak yang terbaik untuk kamu adalah itsmid. Sesungguhnya ia bisa menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.”

Itsmid adalah batu celak yang berwarna hitam. Jenis batu celak yang terbaik dan berasal dari Asfahan, namun ada juga yang datang dari barat. Itsmid yang terbaik adalah yang mudah pecah, dan pecahannya berkilauan (gemerlap), bagian dalamnya halus, dan tidak kotor. Ia memiliki karakter dingin-kering. Sesuai riwayat diatas, sebenarnya memakai celak mempunyai banyak manfaat seperti:

1. menjaga kesehatan mata

2. memperkuat cahaya penglihatan juga menjernihkannya

3. memperlembut materi busuk yang ada dalam mata serta memaksanya keluar, di samping juga menjadi hiasan untuk jenis celak tertentu

Batu itsmid sendiri mempunyai beberapa manfaat sesuai dengan yang di sebutkan dalam kitab Abu nu’aim, “Sesungguhnya itsmid itu dapat menumbuhkan bulu mata, menghilangkan kotoran dan menjernihkan pandangan.” (dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dn Ibnu Abi Ashim dari Ali, dan sanadnya hasan). Selain itu manfaat batu itsmid bagi mata yang lain antara lain:

  1. Sangat berguna bagi mata seperti dapat menguatkan mata, mengencangkan syaraf-syarafnya, dan menjaga kesehatannya.
  2. Dapat menghilangkan daging yang tumbuh di dalam bisul, menyembuhkannya, membersihkan kotoran-kotorannya dan mengeluarkannya.
  3. Dapat menghilangkan pusing jika dicampur dengan madu cair yang halus dan digunakan untuk bercelak.
  4. Dicampur dengan sedikit misik, untuk mengobati orang-orang tua dan orang-orang yang mempunyai kelemahan dalam penglihatannya.
  5. Ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit lemah segar, untuk mengobati luka bakar dengan cara mengoleskannya, agar tidak timbul khasykarisyah dan dapat membantu mengatasi flek-flek yang ditimbulkannya.

Itulah beberapa manfaat yang terkandung dibalik celak yang sejak dahulu telah diterapkan oleh Rasulullah SAW. Ibnu Abbas juga meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shollallohu ‘Alaihi wasallam dahulu selalu bercelak dengan itsmid setiap malam menjelang tidur sebanyak tiga kali oles pada masing-masing mata. Beliau mempunyai tempat celak yang beliau gunakan setiap malam, tiga kali di bagian ini, dan tiga kali di bagian ini.” Ia juga meriwayatkan, bahwasanya beliau pernah menyuruh bercelak dengan itsmid yang dicampur dengan minyak misik (kesturi) menjelang tidur. Dan beliau bersabda, “Orang yang berpuasa hendaknya menghindarinya.

Oleh karena itu, memakai celak adalah hal yang tidak merugikan bagi kita. Selain mendapatkan pahala, kita juga akan mendapatkan manfaat yang begitu besar bagi tubuh kita, khususnya untuk mata kita.

Manfaat Bersyukur

by: Alia Maulida
Kita sering mendengar istilah “Bersyukur”,tetapi apakah kita telah menerapkan kata bersyukur itu dalam kehidupan sehari-hari? Bersyukur itu mudah diucapkan tetapi terkadang kita lupa untuk melakukannya. Banyak kesenangan yang telah kita lalui selama hidup di dunia yang fana ini. Mulai dari masa kecil yang penuh canda dan tawa sampai menginjak masa remaja yang identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Kemudian ketika dewasa, kita diberi anugrah sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Belum lagi ketika kita mempunyai orang tua yang begitu sayang dan cinta serta mengasuh kita dengan penuh kesabaran. Alangkah bahagianya ketika kita dilahirkan dari rahim perempuan yang berhati mulia,yaitu ibu kita tercinta. Sebenarnya Allah SWT itu selalu dekat dengan kita dan Dia selalu memberikan pertolongan dan solusi hidup terbaik untuk hamba-hambaNya. Dia adalah Sang Maha Pengatur Segalanya dan nikmat yang senantiasa kita rasakan itu datangnya dari Allah SWT. Misal contoh sederhana ketika kita bernafas,bayangkan apabila setiap oksigen yang kita hirup itu ada harganya. Pasti kita tidak akan mampu bertahan lama di dunia ini,dengan kebesaranNya Allah SWT menjadikan manusia sebagai kalifah di bumi ini. Maka dari itu,kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik serta selalu mengucap syukur alhamdulilah atas nikmat yang telah diberikan. Seperti firman Allah SWT dalam surah Ar-Rahman:13 “Fabiayyi ala irabbikuma tukadziban ( Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? )
Dari penjelasan diatas, diharapkan kita sebagai umat muslim jangan sampai tergolong orang-orang yang kufur nikmat. Sebaiknya sering membaca hamdalah ketika kita sedang mendapatkan kebahagiaan. Karena dengan kita bersyukur maka kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan insyallah kebahagiaan kita akan ditambah. Bersyukur itu mempunyai banyak manfaat, salah satu adalah menciptakan sifat chusnudzon kepada Allah SWT. Kemudian hidup kita akan lebih berarti dan lebih bermakna dari sebelumnya. Dengan bersyukur, kita lebih sering melihat keadaan orang yang dibawah kita dan itu akan menimbulkan sikap empati terhadap sesama muslim. Selain itu, rasa syukur bisa mendorong kemauan seseorang untuk berbagi dengan orang lain dan peduli dengan orang yang kekurangan. Rasa syukur juga bisa menghindarkan diri kita dari sifat rakus, tamak dan serakah. Maka dari itu, jadikan rasa syukur itu sebagai benteng untuk menghindari hal-hal yang menjurus kepada kekufuran. Allahuakbar!

Sunday, May 1, 2011

SELAYANG PANDANG TENTANG ASSALAM BEM KM FK UNAIR PERIODE AMAL 2010-2011


ASSALAM merupakan ormawa yang bergerak di bidang kerohanian Islam di FK UNAIR. Lembaga dakwah yang menaungi seluruh mahasiswa muslim FK UNAIR ini usianya masih sangat muda. ASSALAM lahir tahun 2006 dan berada dibawah naungan BEM KM FK UNAIR. organisasi ini merupakan fusi dari dua organisasi Islam yaitu SKI dan PIAI, dua organisasi intrakampus yang sama-sama bergerak di bidang kerohanian, tetapi berbeda lahan dakwahnya. SKI memfokuskan diri ke syiar Islam, sedangkan PIAI berdakwah via program-program akademis dan profesi.

ASSALAM periode amal 2010- 2011 mempunyai visi: Mewujudkan ASSALAM sebagai wadah bagi mahasiswa muslim FK UNAIR untuk mengenal agamanya, mengabdi melalui jalan dakwah, dan mengembangkan kompetisinya sebagai calon tenaga medis muslim yang andal dan berjiwa qur’ani. Keorganisasian yang membawa ruh islam ini dipimpin oleh Ketua Umum Andra Pranata, dibantu oleh Ketua Keputrian Dyah Wening P., dan Sekretaris Umum Ahmad Faiz. Untuk menjalankan fungsi pengaturan dan pengelolaan keuangan ASSALAM, ditunjuklah Rofida Lathifah sebagai bendahara. Bendahara membawahi satu biro yaitu FFR (Finance and Fund Raising) yang dipimpin oleh Wilesing Gumelar dengan wakabironya Fika Rahmawati.

Demi mewujudkan visinya, ASSALAM membentuk 4 departement yaitu : departemen Intel (Nugra Akzatama), Neuron (Shaleh Bin Muhammad Drehem), Syiar (Gigih Aditya), dan D’krebs (Chandra Bagus). Selain itu, mengingat perbedaan kebutuhan masing- masing angkatan dan prodi, ASSALAM memiliki “perpanjangan tangan” yang diharapkan bisa lebih memahami apa yang dibutuhkan anggotanya. Diantaranya adalah ASSALAM PD dan ASSALAM D3. ASSALAM angkatan dan prodi berada langsung di bawah sekretaris umum dan dievaluasi olehnya.

De Krebs: (DEpartement KedeRisasi dan PEmBinaan ASSALAM)

Layaknya departemen kaderisasi di organisasi lain, departement ini merupakan departemen yang sangat penting artinya bagi ASSALAM. Departemen ini bergerak untuk menghasilkan kader- kader baru penerus generasi melalui alur kaderisasi yang kuat sistematis, dan terukur. Departemen yang diketuai oleh Chandra Bagus dan dibantu oleh ukhti Royita Rohmadani ini berisi orang- orang peduli, berpikir kritis dan kreatif untuk menjalankan tugasnya sebagai pengkader. Program kerja departemen ini meliputi: rekrutmen, upgrading penjagaan serta evaluasi. Adapun pengembangan SDM yang di maksud ada 2 arahan, yaitu perkembangan jumlah dan mutu SDM itu sendiri. Mutu tersebut bukan hanya tentang fikroh islamnya saja, namun juga profesionalisme kerja (management) dan akademisnya. Rekrutment adalah tugas pertama dari departemen ini, setelah itu dilanjutkan dengan upgrading yang direalisasikan dalam bentuk SITOKIN 1, 2, dan 3. Setelah itu, tugas lain departemen ini adalah penjagaan SDM agar tetap istiqomah dan tetap bisa berkontribusi dengan baik. Dan tugas akhirnya adalah evaluasi kinerja. Evaluasi ini ditujukan untuk memperbaiki kesalahan agar kedepannya dapat menciptakan kader- kader yang lebih baik lagi.

SIAS (Syiar ASSALAM)

SIAS merupakan bagian dari ASSALAM yang bergerak dalam bidang syiar Islam. Departemen ini dipimpin oleh Yusuf dan dibantu oleh Hermifa sebgai wakil kepala departemen. Mendengar kata SIAS, mungkin beberapa orang akan berpikiran bahwa staf di dalamnya adalah kumpulan orang- orang aneh yang menggembar-gemborkan agama Islam dengan hanya mengajak ikut kajian. Eit,.. jangan salah!! SIAS disini menjembatani teman- teman yang haus akan ilmu agama, dan menguak sisi- sisi dalam Islam yang masih banyak dan belum kita mengerti. Departemen ini diharapkan dapat menjawab permasalahan minimnya sarana untuk mendapatkan ilmu agama dalam bangku kuliah. Dan ASSALAM dengan departemen ini insyallah membantu UNAIR mewujudkan mottonya excellent with morality (tentunya departemen yang lain juga-red)

Neuron ( department of mEdia, link bUilding, and information)

Departemen ini bergerak dalam bidang media serta menjadi public relation ASSALAM. Departemen ini dipimpin oleh Shaleh bin Muhammad Drehem, dibantu oleh Tsara Denisa sabagai wakadep (wakil kepala departemen-red)nya. Selain sebagai public relation, departemen ini juga meng-update kabar- kabar terbaru seputar iptek, sosial, kedokteran, info keislaman dunia, dan lain- lain. Depertemen neuron mewujudkan media dakwah yang dikemas secara menarik tidak hanya informative sehingga menjadi media yang strategis untuk mengembangkan Islam.

Program- program departemen ini diantaranya adalah:

- Buletin SINAPS

- Mading ASSALAM

- Sambut Ramadhan

- Pelatihan menulis dan desain grafis

- Taujih keliling, dan

- Sambut mahasiswa baru

Department Intel (academic aNd profession poTEntial deveLopment)

Intel… Intellegensia..! Intel merupakan departemen ASSALAM yang menjadi ujung tombak dalam meningkatkan prestasi mahasiswa dibidang akademis. Departemen ini dipimpin oleh akhi Nugra Akzatama serta didampingi ukhti Amelia Sholihah. Salah satu prokernya bernama melanin, sebuah kajian tentang keajaiban islam dipandang dari segi keilmiahan. Selain itu, intel juga membantu menujnang akademis dan keprofesian mahasiswa melalui berbagai program penunjang lain. Kegiatan simulasi praktikum dan tramed (keterampilan medik-red) merupakan salah satu andalan intel. Selain kegiatan diatas, ada juga penyelenggaraan kajian islam diawal semester seperti Fractura, Osmosis, Trypanosoma, Paracetamol, Amnion, dan Fimbriae. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk semester tertentu, seperti Fractura (First Act To know Anatomy) kegiatan ini diperuntukan bagi mahasiswa semester dua yang akan menerima kuliah anatomi. Dengan program ini, diharapkan dapat memberikan gambaran serta siasat untuk melalui kuliah di semester itu, sekaligus mendalami mata kuliah tersebut dari kacamata islam. Pembuatan mind mapping, penyediaan property pendukung kuliah berupa diktat dan handout serta banyak lagi yang lain, semua itu disediakan oleh departemen intel sebagai penunjang akademis mahasiswa. Jadi jangan ragu untuk mengikuti kegiatan Intel ASSALAM, insyallah program kita akan bermanfaat bagi aqidah dan akademis kita. Wallahu’alam.